Jum. Agu 17th, 2018

Wapres AS: Soekarno = George Washington

JAKARTA, NP — Presiden Jokowi tengah melawat ke Amerika Serikat. Dia akan menghadiri pertemuan US-ASEAN Summit di Sunnyland, California.

Soekarno (mantan Presiden RI pertama) berorasi di depan masyarakat AS. (Foto: merdeka.com)
Soekarno (mantan Presiden RI pertama) berorasi di depan masyarakat AS. (Foto: merdeka.com)

Ada kisah menarik bagaimana dulu Wakil Presiden AS Richard Nixon sengaja menjemput Presiden Soekarno yang baru mendarat di bandara militer Washington tanggal 16 Mei 1956. Ada juga Menlu Dulles dan Kepala Staf Gabungan Tentara AS Laksamana Arthur W Redford.

Ganis Harsono, seorang diplomat yang saat itu bertugas di AS menceritakan bagaimana Soekarno disambut dengan penuh kehormatan. Hal itu dikisahkan Ganis dalam buku Cakrawala Politik Era Soekarno terbitan CV Haji Masagung tahun 1989.

“Di National Airport, dia disambut upacara kemiliteran dengan tembakan meriam 21 kali. Berjam-jam sebelum Soekarno tiba, lebih dari 300 tentara dan 10 grub band diperintahkan berdiri di jalan yang akan dilewati Presiden Soekarno ke Gedung Putih. Tak cuma itu, Soekarno juga menerima kunci emas untuk Kota Washington dari para komisaris District Columbia.

Dalam pidato sambutannya, Wapres Richard Nixon bahkan menyamakan Soekarno dengan Bapak Bangsa Amerika George Washington.

“Anda telah memimpin Bangsa anda untuk merebut kemerdekaan dari kekuasaan penjajah, dan dalam masa damai Anda memimpinnya untuk mencapai hal-hal baru,” kata Nixon.

Soekarno menjawabnya dengan rendah hati. Hal ini membuatnya mendapat simpati.

“Saya datang ke sini untuk menguatkan kesan tentang negara Anda yang telah saya kumpulkan selama bertahun-tahun. Saya datang ke sini terutama sekali untuk belajar sesuatu dari Amerika, bukan semata-mata dari Amerika sebagai satu negara, atau sebagai satu bangsa, tetapi Amerika sebagai sebuah pandangan hidup,” kata Soekarno dalam Bahasa Inggris yang sangat fasih.

Penampilan Presiden Soekarno di depan Kongres mendapat sambutan meriah. Orang-orang bertepuk tangan sambil berdiri saat Presiden Soekarno berpidato.

Ganis sangat bangga Presiden Indonesia diperlakukan seperti itu oleh para pejabat di AS.

Presiden Eisenhower yang sempat agak meremehkan Bung Karno pun berubah ramah setelah Soekarno menunjukkan harga dirinya. Dalam pidatonya, Eisenhower menyebut Indonesia dan AS adalah dua sahabat dekat. (merdeka.com)

225,046 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!