Sen. Nov 12th, 2018

TOILET UMUM BERALIH FUNGSI JADI LAPAK BERDAGANG

Nasionalpos.com – Tanjungbalai 30/09/2016. Para pedagang pakaian bekas di pasar TPO datang ke kantor DPRD Kota Tanjungbalai sumatera utara untuk menyampaikan keluhan mereka terkait adanya penyimpangan fungsi toilet umum menjadi lapak untuk berdagang. Para pedagang merasa sangat resah atas hal yg terjadi sebab telah merampas hak-hak masyarakat.

Foto : sth
Foto : sth

Keluhan ini disampaikan oleh para pedagang yang dikoordinir oleh Peris Sinaga.SH  bersama rekan – rekan .Keluhan disamapaikan kepada Ketua Fraksi PKB hari kamis siang ( 29/09/2016 ) yang diterima langsung oleh Ketua Fraksi yakni Bapak Drs Syarial Bhakti.SH .

Para pedagang menyampaikan bahwa sebelum terjadi kebakaran di pasar TPO toilet umum berjumlah sebanyak 12 unit ( ruang ). Namun setelah kebakaran toilet sengaja dirusak oleh oknum – oknum yang tidak bertanggungjawab untuk guna diperjual-belikan sebagai lapak dagangan.  Dari jumlah 12 toilet 8 telah jadi lapak dagangan, 2 dalam kondisi rusak dengan kesengajaan, serta hanya tinggal 2 yang dapat dipergunakan.

Foto : sth.
Foto : sth.

Padahal menurut para pedagang toilet-toilet tersebut digunakan oleh lebih kurang 1500 pengunjung dan pedagang per hari. Dugaan pedagang bahwa telah terjadi permufakatan jahat antara oknum dilingkungan pasar TPO dan oknum Petugas Dinas Pasar. Sebab menurut mereka tidak mungkin petugas lapangan dari dinas pasar tidak mengetahui.

Harapan para pedagang agar para oknum tersebut dapat ditindak pegas baik warga yg memperjual belikan lapak eks toilet maupun oknum petugas Dinas Pasar yg terbukti terlibat, dan agar pemerintah segera membangun kembali dan memfungsikan sesuai toilet umum.

Ketua fraksi PKB berjanji akan menindaklanjuti keluhan masyarakat , dan akan memanggil Kepada Dinas Pasar pada hari selasa  jam 11 siang dan akan mengundang para perwakilan pedagang.

Fot : sth..
Fot : sth..

Dan perlu diingat kembali oleh pihak pemko dan anggota DPRD bahwa pasar TPO berada ditanah PT KAI adalah awalnya sebagai tempat berjualan sayur-mayur relokasi pedagang yg berjualan di jalan veteran yang berjualan hingga kebadan jalan dan sangat mengganggu pengguna jalan . Karena tidak adanya ketegasan pemerintah dalam merelokasi , akhirnya pedagang sayur mayur kembali ke tempat semula .

Masyarakat berharap kepada Walikota yg baru agar kiranya dapat membangun suatu tempat dagangan terpadu yg dapat menampung semua pedagang agar semua masyarakat dapat membangun suatu ekonomi tanpa ada masyarakat yg harus dirugikan. (STH)

572 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!