Dana pengamanan Imlek Diusulkan untuk dianggarkan pada APBD

Posted by

Tanjung Balai,NasionalPos – Tahun baru Imlek merupakan hari libur Nasional sama seperti hari besar lainnya seperti Natal dan Tahun baru serta Hari Raya Idul Fitri.  Dalam rangka menyambut perayaan Tahun Baru Imlek Polres Tanjungbalai akan membangun Po PAM guna mengantisipasi dan mengamankan masyarakat dari tindak kriminal seperti copet dan Jambret, Minggu (22/01/2017).

Sejak disahkannya Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional,  Polres Tanjungbalai telah dua tahun secara berturut-turut  mengadakan Pos PAM yakni sejak tahun 2015-2016 . Namun selama ini Pos PAM hanya dibangun pada satu titik yakni di jalan Teuku Umar persisnya di depan Studio 21 dan kemudian pada tahun 2016 bergeser dari tempat semula dengan jarak lebih kurang 50 m. Dan selama ini biaya operasional dibantu oleh masyarakat Tionghoa secara swadaya dikarenakan minimnya anggaran.

Menurut masyarakat dengan adanya Pos PAM hanya pada satu titik, pengamanan terasa kurang efektif . Sehingga masih tetap terjadi tindak kriminal seperti pencopetan dan perampokan.  Oleh karena itu masyarakat memberikan saran kepada Kapolres agar mengusulkan anggaran pada APBD melalui Pemko agar dapat dibahas dan dianggarkan pada APBD Tanjung Balai.

Salah seorang masyarakat yang bernama Si Thien Hok membuat surat guna memberikan saran dan masukan  kepada Kapolres Tanjung Balai berkaitan dalam rangka pengamanan Tahun Baru Imlek 2017 yakni menyangkut jumlah Pos PAM, letak daerah rawan kriminal sesuai dengan melihat situasi dan kondisi dilapangan serta membicarakan masalah anggran dana operasioanl.

“Sebagai warga masyarakat saya memberikan masukan kepada pihak kepolisian Polres Tanjungbalai terkait pengamanan hari besar nasional yakni perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari sabtu tanggal 28 Januari atau yang disebut operasi Lentera atau operasi Liong.

Apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian yang t’lah melindungi masyarakat sehingga terhindar dari aksi kriminal dan memberikan rasa aman kepada masyarakat sebagaimana tugas yang diamanatkan oleh negara. Melalui operasi Lentera / Liong yang telah dilakukan pihak Polres Tanjungbalai beberapa tahun terakhir dalam mencapai upaya tersebut diatas, maka sekali lagi saya ucapkan terima kasih.

Namun saya melihat upaya yang dilakukan oleh pihak Polres bersama masyarakat masih kurang maksimal / kurang efektif sehingga masih terdapat tindak kejahatan seperti copet dan penjambretan. Apa yang saya sampaikan tentu melihat situasi dan kondisi dilapangan. Selama ini Pos Pengamanan hanya terletak di jalan Teuku Umar atau disekitar Studio 21, sedangakan titik Rawan yang lain tidak terdapat Pos PAM sehingga kesannya keberadaan Pos PAM hanya mengamankan orang-orang yang berada disekitar “. Kata Thien hok

“Menurut analisa saya titik – titik rawan yang lain berada di pusat keramaian masyarakat ( Pasar ) dan tempat-tempat yang selama ini kurangnya pengawasan dari pihak keamanan. Jika boleh saya mengusulkan alangkah baiknya Pos PAM dibangun di : 1. Pasar Jln Ahmad Yani ( simpang pertigaan ), 2. Pos Lantas simpang jln Gereja- Veteran di efektipkan, 3. Jalan Asahan sekitar simpang jln WR Supratman, 4. Jalan Teuku Umar simpang Sutomo, 5. Jalan Sisingamangaraja – Simpang jln Mesjid dan ditambah dengan kegiatan Patroli.

Pos PAM alangkah baiknya bekerja selama H-4 dan H+4.

Pos PAM alangkah baiknya tentu dijaga oleh pihak Kepolisian dan TNI serta melibatkan unsur-unsur masyarakat seperti Forum Kemitraan Polisi Masyarakat ( POLMAS ), Koti Mahatidana Pemuda Pancasila dan unsur- unsur lain . Bukan hanya dibantu oleh kelompok Tionghoa seperti selama ini. Kesannya akan kurang baik. Dan adapun spanduk  yang dipasang tentunya spanduk Kepolisian . Tentu apa yang sudah dilakukan selama ini kita berikan apresiasi “. Kata Thien HOK lagi ketika memberikan keterangan pada saat menyampaikan surat masukan kepada Kapolres melalui Kasat Binmas  Polres Tanjungbalai ( Jumat 20/01/2017 ), dan surat ditembuskan pada fraksi-fraksi di DPRD Tanjungbalai.

Menyambung pertanyaan wartawan nasionalpos tentang minimnya dana operasional . Thien Hok mengatakan “Kemudian tentu terkait masalah Dana Operasional. Selama ini anggaran berasal dari bantuan swadaya masyarakat ( Tionghoa ) . Imlek sebagai Hari Besar Nasional sebagaimna hari-hari besar lainnya,  sudah sepantasnya jika dana Operasioanal ditanggung oleh Negara ( diusulkan dalam APBN ) atau Pemko ( diusulkan dalam APBD ). Bapak Kapolres tentu dapat melakukan Koordinasi dan pendekatan dengan Walikota agar kiranya dana operasional Pos PAM Operasi  ( Imlek ) yang belum mendapatkan bantuan pemerintah kiranya dapat diusulkan dalam pembahasan APBD tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya” .

Usulan penganggaran dana operasional pengamanan menurut ketua fraksi PKB bahwa hal tersebut adalah hal yang wajar dan seharusnya memang menjadi tanggungjawab  pemerintah. Karena ini berkaitan dengan keamanan masyarakat. Ketua fraksi PKB Drs Syarial Bhakti berjanji  akan meloby fraksi – faksi lain untuk memperjuangkan pada pembahasan APBD 2017. ( L J )

10,569 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Comments

comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *