Sen. Nov 12th, 2018

Separuh Kekayaan Dunia Dimiliki Delapan Pria

JAKARTA, NasionalPos – Separuh kekayaan penduduk dunia dimiliki oleh delapan pria, kondisi itu mengancam perpecahan masyarakat. Demikian laporan Oxfam pada Senin (16/1/2017), menjelang pembukaan Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Menurut Oxfam, kekayaan 3,6 miliar orang termiskin di dunia setara dengan gabungan kekayaan bersih dari enam pengusaha Amerika, satu pengusaha dari Spanyol dan pengusaha lain dari Meksiko, seperti dilansir dari Antaranews.com.

Pengusaha-pengusaha dalam daftar miliarder Forbes pemilih separuh kekayaan dunia itu antara lain meliputi pendiri Microsoft Bill Gates, Mark Zuckerberg yang ikut mendirikan Facebook, serta Jeff Bezos, pendiri Amazon.

Data konfederasi lembaga non-pemerintah yang bekerja dengan mitra untuk mengakhiri ketidakadilan yang menyebabkan kemiskinan itu menunjukkan hubungan besarnya kesenjangan antara kaya dan miskin dengan berkembangnya ketidakpuasan dengan politik arus utama di seluruh dunia.

“Dari Brexit hingga keberhasilan kampanye pemilihan presiden Donald Trump, meningkatnya kekhawatiran mengenai rasisme dan kekecewaan yang meluas dengan politik arus utama, ada peningkatan tanda-tanda bahwa semakin banyak orang di negara-negara kaya tidak lagi bersedia mentolerir status quo,” kata Oxfam dalam laporan terbaru berjudul “An economy for the 99 percent”.

Organisasi amal itu menyatakan data baru mengenai distribusi kekayaan dari negara-negara seperti India dan China telah mendorong mereka merevisi hitungannya setelah setahun lalu menyatakan kekayaan separuh penduduk dunia berada di tangan 62 orang.

Ketidaksetaraan akan menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan para elit politik dan bisnis yang berlangsung di Davos hingga Jumat, ketika sekitar 3.000 orang berkumpul untuk pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF).

“Kepemimpinan responsif dan bertanggung jawab” dipilih sebagai tema pertemuan itu guna merespons “reaksi terhadap globalisasi yang mengarah pada dua hasil pemungutan suara mengejutkan dan meningkatnya populisme di Barat” menurut penyelenggara.

Dalam laporannya, Oxfam menyeru peningkatan tarif pajak bagi “individu dan perusahaan kaya” serta kesepakatan global untuk mengakhiri persaingan antar negara untuk menurunkan tingkat pajak perusahaan.

Oxfam juga mengecam lobi-lobi perusahaan dan kedekatan bisnis dan politik, menyeru lobi-lobi kewajiban terhadap publik dan penguatan aturan mengenai konflik kepentingan menurut warta kantor berita AFP. (rid)

766 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!