Jum. Sep 21st, 2018

KPK Diminta Periksa Menaker Soal Laptop

Nasionalpos.com, Jakarta – Di saat Pemerintahan Jokowi – JK tengah gencar-gencarnya melakukan penghematan anggaran, Center For Budget Analysis (CBA) menengarai adanya ribuan laptop atau notebook di kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) diduga hilang. Akibatnya, negara berpotensi mengalami kerugian sekitar Rp25 miliar lebih.

Direktur CBA Uchok Sky Khadafi mengungkapkan jumlah laotop atau notebook yang diduga hilang sebanyak 1.360 unit senilai Rp.25.126.979.217 karena tidak diketahui keberadaannya, atau dinyatakan hilang.

“Sindiran atau kritikan Presiden Jokowi kepada Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhaikiri mengenai banyak pemborasan keuangaan di kementerian ketenagakerjaan, memang sebuah kebenaran. Dimana Presiden Jokowi memberikan contoh pemborosan tersebut bahwa anggaran untuk pemulangan TKI hanya mendapat porsi 10-20%, sedangkan kegiatan pendukungnya, seperti rapat-rapat, perjalanan dinasnya dan sebagainya,  bisa mendapat 80-90% dari porsi anggaran,” beber Uchok kepada Nasionalpos.com di Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Namun, ternyata di Kemenaker, bukan hanya pemborosan anggaran. Tetapi ada juga aset negara yang diduga hilang, karena sampai saat ini  belum ditemukan. “Misalnya, sebanyak 1.360 unit laptop atau Notebook senilai Rp.25.126.979.217 tidak bisa dihadirkan karena tidak diketahui keberadaannya, atau dinyatakan hilang,” ungkap Uchok.

Konyolnya, saat aset ini belum “jelas” tetapi pada tahun 2017 Kemenaker kembali akan memborong Laptop atau notebook sebanyak 137 buah dengan anggaran fantastis mencapai Rp.2.9 miliar. Anggaran itu untuk membeli laptop seharga Rp.21.3 juta perbuah.

Padahal, harga laptop di pasaran paling mahal hanya sebesar Rp.230 juta perbuah, dan harga laptop yang paling murah, harganya sebesar Rp.10 juta. Untuk itu, CBA meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera melakukan penyelidikkan atas gugaan hilangnya aset laptop atau Notebook di Kemenaker, dan adanya dugaan penggelembungan harga atau kemahalan harga pembelian laptop atau Notebook tahun 2017

“Kami minta agar KPK segera melakukan pemanggilan kepada Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri untuk memperjelas soal dugaan aset negara yang hilang dan juga dugaan adanya pengglembungan harga laptop untuk tahun anggaran 2017,” pungkas Uchok. . []

5,522 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!