Sab. Sep 22nd, 2018

Sejarah dan Makna Hari Ibu Jaman ‘Now’

Nasionalpos.com, Jakarta – Hari Ibu Nasional jatuh pada tanggal 22 Desembar, hal tersebut dilegalkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959, pada ulang tahun Kongres Perempuan Indonesia ke 25.

Presiden Soekarno menetapkan Hari Ibu Nasional jatuh pada tanggal tersebut berdasarkan sejarah pelaksanaan pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang berlangsung pada tanggal 22 – 25 Desember 1928 di Yogjakarta.

Kongres Perempuan Indonesia yang dihadiri 30 organisasi perempuan dari Pulau Jawa dan Sumatera tersebut dilatar belakangi dengan sebuah tuntutan peningkatan hak-hak perempuan Indonesia yang kala itu masih sangat memperihatinkan.

Penetapan Hari Ibu Nasional oleh Pemerintahan Soekarno – Hatta pada kala itu didasari sebagai bentuk penghargaan terhadap kaum perempuan Indonesia yang telah berpartisipasi dalam proses perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Hari Ibu Nasional pada era kini dimaknai oleh banyak kalangan sebagai suatu bentuk penghargaan terhadap jasa Ibu kepada anak-anaknya yang telah merawat dan membesarkan buah hatinya dengan penuh kasih sayang.

Tidak heran jika di Hari Ibu Nasional banyak gambar-gambar dan kata-kata mengharukan Masyarakat Indonesia di posting dalam sosial media, untuk menunjukkan betapa cinta dan bangganya kita memiliki Ibu yang telah membuat kita dapat menjalani roda kehidupan.

Tidaklah salah ketika kita membanggakan Ibu kita yang sangat kita cintai, tidaklah salah ketika kita memanfaatkan moment Hari Ibu Nasional sebagai ruang balas budi kita kepada orang yang telah melahirkan kita, tetapi akan menjadi salah jika kita tidak mengetahui sejarah lahirnya Hari Ibu Nasional yang tujuannya adalah untuk mengenang jasa para pahlawan perempuan Indonesia dalam melawan kolonialisme dan imperialisme pra kemerdekaan.

Mari kita jadikan Hari Ibu Nasional sebagai hari bakti kita kepada Ibu Pertiwi sebagai bentuk penghargaan kita terhadap jasa kaum perempuan Indonesia yang menentang kolonialisme dan imperialisme.

Dan mari kita jadikan juga Hari Ibu Nasional sebagai hari bakti kita kepada ibunda tercinta kita yang telah meneruskan perjuangan kaum perempuan sebelumnya, yaitu melawan imperialisme modern dengan mendidik dan membesarkan kita dengan penuh kasih dan sayang, sehingga kita menjadi orang-orang yang memanfaatkan hidup, untuk bermakna bagi orang banyak.

Selamat Hari Ibu Nasional, selamat berbakti pada Ibu Pertiwi dan Ibunda yang kita cintai. []

 

Penulis,

Hendry Yatna, Ketua Umum Paguyuban Bumi Pasundan.

2,394 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!