Pengembang Reklamasi Jakut Polisikan Konsumen

Posted by

Nasionalpos.com, Jakarta – Pihak pengembang proyek reklamasi Jakarta Utara melaporkan konsumen. Pasalnya, pihak perusahaan merasa dicemarkan nama baiknya lantaran konsumen mengunggah video ke YouTube.

video di YouTube dan sempat menjadi viral itu diunggah dengan nama “Ricuh Konsumen Golf Island PIK 2 menuntut developer di kantor marketing.” Video itu sendiri diunggah pada tanggal 17 Desember 2017 dan telah ditonton 13.677 kali.

Dalam video itu tertulis keterangan, Konsumen Golf Island Pantai Indah Riverside Island meminta kejelasan dari pihak manajemen tentang kepastian izin Golf Island Pantai Indah Kapuk.

Konsumen meminta agar uang dikembalikan dan pihak manajemen tidak menagih kembali cicilan. Sebab, belum adan izin dan kepastian proyek Golf Island dan Riverside Island Pantai Indah Kapuk atau yang dikenal sebagai Pulau C dan Pulau D Reklamasi.

Masih dalam keterangan dalam video tersebut “Konsumen Golf Island meminta jawaban tertulis kapan proyek ini dapat diselesaikan dan jika sampai waktu yang telah ditentukan, bila proyek belum selesai juga, konsumen minta uang dikembalikan. Developer menolak untuk memberikan jawaban tertulis,”

Pihak Polda Metro Jaya yang dikonfirmasi membenarkan perihal laporan tersebut. “Iya memang ada laporan dari salah satu pegawai PT di Jakarta Utara. Itu terkait video yang ada di YouTube,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (17/1/2018).

Sayangnya, Argo menolak menyebut secara rinci jabatan pelapor di perusahaan dan nama perusahaan dimaksud. Laporan dibuat oleh perwakilan pengembang, Lenny Marlina dengan laporan polisi rnomor LP/6076/XII/2017/PMJ/ Dit.Reskrimsus.

Sebagai tindak lanjut atas laporan tersebut, pihak kepolisian telah meminta keterangan tiga saksi ahli yakni ahli pidana, ahli ITE dan ahli bahasa dalam kasus itu.

Bahkan, polisi juga telah menahan seorang pria berinisial W yang diduga sebagai perekam video tersebut. Selain itu, polisi pun telah memanggil ssaksi bernama Fellicita Susantio. Saksi merupakan salah satu konsumen.

Fellicita sendiri mengaku tidak mengenal pelapor dan juga tidak tahu alasan pemanggilan dirinya karena merasa telah membayar kavling di Pulau C dan D.  “jujur saya bingung aja. Kok tiba-tiba saya dipanggil sebagai saksi,. Sebab, saya sendiri tidak tahu siapa pelapor dan siapa terlapornya. Lagian kami kan hanya ingin menanyakan hak kami. Saya sendiri telah melunasi dua kavling di Pulau D sejak 2014,” tutur Fellicita di Mapolda Metro Jaya.

Menurut Fellicita, kejadian itu berawal saat dia dan sejumlah konsumen mengadakan pertemuan dengan pihak pengembang. Pertemuan itu untuk mengetahui nasib kavlin dan bangunan berupa rumah dan ruko yang sudah dibayar lunas.

Pertemuan dengan pihak pengembang terjadi pada 9 Desember 2017. Namun hingga pertemuan pada 12 Desember 2017, Fellicita mengaku belum juga mendapatkan penjelasan. Konsumen yang khawatir karena mendengar kabar SIPPT (Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah) dan zonasinya saja belum jelas. ( )

109 kali dilihat, 0 kali dilihat hari ini

Comments

comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.