Jum. Agu 17th, 2018

KPK Tolak PB Nazaruddin, Dirjen PAS Tetap Usulkan

Nasionalpos.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menolak usulan pembebasan bersyarat (PB) Muhammad Nazaruddin. Namun, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM tetap membawa usulan tersebut ke Kementerian Hukum dan HAM.

“Iya, Dirjen PAS meneruskan usulan itu ke Kementerian. Karena itu sesuai aturannya,” kata Kepala Bagian Humas Ditjen PAS, Ade Kusmanto di Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Menurut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99/2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Pemberian asimilasi dan pembebasan bersyarat diatur pada Pasal 36, Pasal 36A, Pasal 38A, Pasal 43, Pasal 43A, Pasal 43B.

Karena itu pihaknya menunggu jawaban resmi dari KPK atas permintaan rekomendasi yang dikirim pada 5 Februari lalu. Berdasarkan PP Nomor 99/2012 itu, KPK memiliki waktu 12 hari untuk menjawabnya.

Ade menegaskan apapun jawaban  KPK, pihaknya tetap meneruskan usulan asimilasi dan pembebasan bersyarat Nazaruddin kepada Yasonna, yang berdasarkan hasil sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

Bertolak dari itu, maka keputusan mengenai pemberian asimilasi dan PB Nazaruddin ada di tangan Yasonna.

Diketaui Ketua KPK Agus Rahardjo memastikan pihaknya tak akan memberikan rekomendasi untuk asimilasi dan PB Nazaruddin. Alasannya Nazaruddin sudah banyak mendapat remisi.

Seperti diketahui, Nazaruddin merupakan terpidana dua perkara, yaitu korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 serta gratifikasi dan pencucian uang. Total Nazaruddin dihukum 13 tahun penjara dari dua perkara tersebut.

Belakangan, Nazaruddin dinilai telah memenuhi syarat baik administratif maupun substantif untuk mendapatkan asimilasi dan pembebasan bersyarat. Bahkan, lokasi asimilasi Nazuntuk, sudah ditentukan di sebuah pondok pensantren, di Bandung, Jawa Barat.

Untuk itu, Nazaruddin diusulkan mendapat asimilasi dan pembebasan bersyarat oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada 23 Desember 2017. Dia dinilai telah menjalani 2/3 masa hukuman pidananya terhitung sejak pertengahan Desember 2017.

Dia sendiri telah mendapat remisi sejak 2013 sampai 2017 dengan total keseluruhan 28 bulan. Karena itu, Nazaruddin baru bisa menghirup udara bebas pada 31 Oktober  2023. tapi jika PB diterima maka dia bebas sekitar 2020.  ( )

565 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!