Janji Anies – Sandi Untuk Hapus Lelang Konsolidasi Dianggap Hoaks

Nasionalpos.com, Jakarta – Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakilnya  Sandiaga Uno ingkar janji. Pasalnya, jani Anies – Sandi untuk menghapus sistem lelang Konsolidasi tak terbukti.

“Anies – Sandi pernah berjanji akan hapus sistem lelang konsolidasi, karena hanya menguntungkan pengusaha besar.Nyatanya, sekarang masih tetap tuh lelang konsolidasinya,” tandas Uchok kepada Nasionalpos.com di Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Menurut Uchok, dengan dihapus lelang Konsolidasi ini diharapkan proyek proyek di Jakarta bukan hanya dinikmati oleh Pengusaha kaya dan perusahaan BUMN. Tetapi juga, bisa dinikmati dan dikerjakan oleh kontraktor kelas menengah ke bawah.

“Tetapi, saat ini, yang namanya janji tinggal janji.  Atau janji itu hanya sebuah hoaks (kabar bohong) ?. Dimana Sandi Uno, ternyata lupa dengan janji yang pernah dia ucapkan sendiri, mengenai akan dihapuskan lelang Konsolidasi tersebut,” imbuhnya.

Uchok lantas membeberkan fakta bahwa lelang konsolidasi masih terus berlanjut. Hal itu terjadi di Dinas Pendidikan DKI Jakarta yang menggelar lelang konsolidasi dengan pagu paket anggaran sebesar Rp.1.815.365.926.938, dengan dibagi dengan 5 paket.

Adapun proyek dimaksud sebagai berikut:

  1. Rehab total Gedung sekolah paket 1 Jakarta Utara dan kepulauan Seribu dengan pagu paket sebesar Rp.434.180.543.556
  2. Rehab total Gedung sekolah paket 2 Jakarta Barat dengan pagu paket sebesar Rp.318.844.691.327
  3. Rehab total Gedung sekolah paket 3 Jakarta Selatan dengan pagu paket sebesar Rp.315.059.021.208
  4. Rehab total Gedung sekolah paket 4 Jakarta Timur dengan pagu paket sebesar Rp.346.672.468.858
  5. Rehab total Gedung sekolah paket 5 Jakarta Pusat dan Jakarta Timur II dengan pagu paket sebesar Rp.400.609.201.989

Untuk itu, Uchok meminta Gubernur Anies Bawesdan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno untuk segera menghentikan lelang pengadaan Rehab Gedung sekolah tersebut.

“Lelang konsolidasi ini, yang menikmati perusahaan perusahaan swasta besar dan BUMN.sedangkan UMKM dan perusahaan kelas menengah ke bawah, hanya bisa sebagai penonton saja, dan pelengkap penderita saja,” pungkasnya. [ ]

416 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Comments

comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.