Rab. Des 12th, 2018

Politikus PBB Ini Sebut Jokowi “Plin Plan”

Nasionalpos.com, Jakarta –  Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) PBB, Yunasdi menyindir pernyataan Presiden Jokowi yang menyentil soal maraknya kaso hastag #2019GantiPresiden kembali disindir politikus Partai Bulan Bintang.

Yunasdi menyindir Jokowi kini sudah pelupa. “Jokowi kayaknya sudah mulai pelupa. Dulu kan beliau sendiri yang mengatakan urusan politik itu harus dipisahkan dari urusan agama. Tapi, sekarang beliau sendiri yang menyatakan yang menentukan seseorang menjadi pemimpin atau presiden itu adalah Allah Subhanahu Wata’ala. Kalimat itu kan artinya ada campur tangan Allah dalam segala urusan termasuk dalam hal politik atau dengan kata lain politik dan agama itu tak bisa dipisahkan,” ujar Yunasdi di Jakarta, Selasa (10/4/2018) malam.

Diketahui, dihadapan ratusan relawan GK Jokowi di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4/2018) lalu, Jokowi sempat menyinggung soal beredarnya kaos bertuliskan #2019GantiPresiden.

Menurut Jokowi, mustahil kaos bisa mengganti presiden. Sebab, yang menentukan seseorang menjadi presiden ada dua, yakni kehendak rakyat dan Tuhan.

“Yang bisa mengganti presiden itu rakyat. Kalau rakyat itu berkehendak ya bisa, kalau rakyat ga mau ya ga bisa. Yang kedua adalah kehendak dari Allah Subhanahu Wata’ala,” kata Jokowi.

Yunasdi pun menyindir pernyataan Jokowi yang menempatkan kehendak Allah diurutan kedua setelah kehendak rakyat dalam hal menentukan seseorang menjadi presiden. “Dalam beragama khususnya keyakinan kami Islam, kehendak Allah itu nomor satu atau diatas segala-galanya. Allah pulalah yang bisa membolak-balikkan hati manusia atau rakyat, jadi kalau Allah berkehendak, maka manusia atau rakyat itu tak bisa menolaknya. Jadi, jangan dibolak balik kayak judul sinetron “Dunia Terbalik” bisa gawat nanti,” sindirnya.

Sebelumnya, Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra juga menyindir pidato Jokowi tersebut.

“Itu dalam pidato Pak Jokowi kan bilang, masa baju kaos bisa nurunin orang jadi presiden. Saya bilang, masa baju kotak-kotak bisa naikin orang jadi presiden,” kata Yusril di DPR, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Seperti diketahui, pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 lalu, baju kemeja kotak-kotak sebagai simbol para pendukung atau relawan Jokowi.

Yusril menilai, kaos tagar #2019GantiPresiden merupakan hak rakyat karena itu merupakan aspirasi rakyat.

Karena itu, Yusril mengajak semua pihak untuk tetap tenang dan rasional menyikapi apa yang berkembang di masyarakat. Apalagi, di tahun politik ini.

Semestinya kita jangan panik dan tetap rasional menyikapi perkembangan di tahun politik ini. Semuanya itu bentuk aspirasi rakyat dan dalam koridor hukum. Jadi, tak satupun yang bisa meralangnya. Itu pro kontra biasalah. Kalau kontra bikin kaos ganti presiden, mungkin yang dukung tetap aja baju kotak-kotak,” pungkas Yusril. [ ]

 

 

1,001 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!