Wasekjen PBB Yunasdi Nyatakan Sukmawati Bisa Dipidana Pasal Penodaan Agama

Nasionalpos.com, Jakarta –Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat Partai Bulan Bintang (PBB), Yunasdi menyatakan Sukmawati Soekarnoputri yang membacakan puisi ‘Ibu Indonesia’ bisa dijerat pasal penodaan agama.

“Puisi yang dibacakan Ibu Sukmawati, menurut saya memenuhi unsur tindak pidana dalam pasal 156a huruf a KUHP,” kata Yunasdi kepada wartawan di Kantor DPP PBB, Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2018) malam.

Pasal 156a KUHP berbunyi “Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia”.

Yunasdi menjelaskan, dalam rumusan Pasal 156a KUHP dipidana dengan pidana penjara maksimal 5 tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau perbuatan :

  1. Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap sesuatu agama yang dianut di Indonesia.
  2. Dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga yang bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa.

“Pasal 156a KUHP ini ada dua jenis tindak pidana penodaan agama yaitu Pasal 156a huruf a KUHP dan Pasal 156a huruf b KUHP, apabila terpenuhi salah satu bentuk unsur dari huruf a maupun huruf b saja, maka pelakunya sudah dapat dipidana,” terangnya.

Selanjutnya, Yunasdi memaparkan bahwa unsur Pasal 156a huruf a KUHP, yaitu :dengan sengaja, dimuka umum, mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan . Adapun perbuatan yang dimaksud adalah bersifat permusuhan,  penyalahgunaan atau  penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

“Unsur dengan sengaja, unsurnya cukup pernyataan atau perbuatan itu dilakukan dengan kesadaran yang bersifat menodai/ merendahkansuatu agama. Unsur  ini terpenuhi dengan membaca puisi yang isinya   merendahkan/melecehkan/ menodai syariat Islam berupa cadar dan adzan yang merupakan  bagian dari ajaran Islam,” jelasnya.

-Adapun unsur dimuka umum ini terpenuhi apabila pernyataan atau perbuatan cukup diucapkan di hadapan pihak ketiga, yaitu cukup dihadiri satu orang saja sudah cukup memenuhi unsur di muka umum.

“Atau pernyataanya atau perbuatannya didengar publik ini termasuk di muka umum. Dan Ibu Sukmawati membacakan puisi di acara pagelaran busana 29th Anne Avantie (perancang busana wanita). Unsur di muka umum terpenuhi,” imbuhnya.

Unsur perbuatan ini bersifat alternatif yaitu cukup salah satu unsur dari pernyataan atau perbuatan permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap sesuatu agama yang dianut di Indonesia. Perbuatan Ibu Sukmawati yang terpenuhi disini adalah penodaan terhadap agama.

Lebih jauh Yunasdi juga memaparkan bahwa penafsiran “Agama” menurut Pasal 156a KUHP yaitu:

  1. jaminan kemerdekaan bagi tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing.
  2. Jaminan kemerdekaan bagi tiap-tiap penduduk untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.
  3. Agama itu sendiri yang bersendikan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.
  4. Ajaran agama yang bersangkutan.
  5. Kitab suci.
  6. Lembaga, perhimpunan, golongan sesuatu agama.
  7. Tempat-tempat ibadah dan lain sebagainya.

Dari penafsiran mengenai agama yang terpenuhi adalah tentang ajaran agama.

Menurutnya, dalam penggalan puisi itu ada frasa kalimat “Aku tak tahu Syariat Islam yang kutahu sari konde Ibu Indonesia sangatlah Indah lebih cantik dari cadar dirimu…”

Frasa kalimat lainnya “Aku tak tahu syariat Islam yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangat elok Lebih merdu dari alunan adzan mu..”

Yunasdi mengatakan, cadar merupakan ajaran Islam, dikalangan para imam mazhab menghukumi wajib, Sunnah,  Mubah, karena ini ikhtilaf maka diserahkan kepada umat Islam memilih mana yang dianggap dalilnya terkuat, artinya cadar ini merupakan ajaran Islam.

Adapun adzan, lanjutnyam adalah panggilan telah tiba waktu sholat.

“Dengan membandingkan sesuatu yang ibu Sukmawati tidak paham dan isinya bersifat merendahkan, maka menurut kami unsur perbuatan penodaan terhadap agama Islam terpenuhi,” pungkasnya.  [ ]

 

 

 

 

728 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Comments

comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.