Sen. Okt 15th, 2018

OJK peringatkan : Rupiah Melemah, NPL Tertekan

Nasionalpos.com, Jakarta —  Salah satu dampak dari melemahnya mata uang rupiah terhadap mata uang dollar Amerika, menurut Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) memperkirakan pelemahan nilai tukar rupiah yang berlangsung terus menerus dapat menekan sektor perbankan dari sisi rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL).

Dikarenakan adanya potensi pelemahan rupiah dari rencana kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve sekitar 3-4 kali sampai akhir tahun.

Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menjelaskan bila rupiah kembali melemah, sambungnya, tidak hanya akan berdampak ke sektor makro, tetapi juga mikro. Pasalnya, dunia usaha bisa tertekan oleh karena pelemahan rupiah dan memicu timbulnya risiko pada peningkatan NPL yang selanjutnya berdampak pula ke sektor jasa keuangan.

“Kalau ini tidak diatasi dengan baik, akan berdampak pula ke NPL, bisa juga nanti menyebabkan kerentanan di sektor jasa keuangan,” ungkap Heru saat ditemui di Kompleks Bank Indonesia (BI), usai menghadiri acara di Bank Indonesia, Sabtu,(19/5/2018).

Apabila situasi ini tidak diatasi dengan baik, maka akan berdampak pula ke NPL. Hal itu bisa juga menyebabkan kerentanan di sektor jasa keuangan. Tapi saya yakin ke depan akan bisa diatasi.

Heru menyebutkan memang saat ini belum ada risiko besar bagi sektor mikro dari pelemahan rupiah tersebut. Namun, sebagai regulator, OJK memastikan akan terus memantau dampaknya dengan berkooordinasi dengan BI dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Kami yakin dengan koordinasi antara BI, OJK, dan LPS, bahwa ini bisa diatasi. Karena sampai saat ini, kami lihat dampaknya ke mikro itu masih kecil,” katanya.

selain itu, Heru juga menyampaikan,diperlukan langkah preventif dan pengawasan yakni  Mulai dari pengawasan terintegrasi, pengawasan berbasis risiko untuk semua jasa keuangan, pengawasan bersifat informasi teknologi (IT), pengawasan manajemen risiko untuk jasa keuangan, hingga reformasi pengawasan dan pengaturan di lembaga non bank. (cep)

722 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!