Rab. Okt 17th, 2018

IGMK Desak Kapolri Mundur Atas ke Tidaknyamanan Umat Kristiani dalam beribadah

Nasionalpos.com,Jakarta — Umat Kristiani diajarkan  untuk mengasihi sesama, termasuk mengasihi musuh dan Berdoa bagi siapa saja yang menganiayanya serta berbuat baik kepada orang yang membencinya bahkan meminta Berkat bagi orang yang menganiayanya, demikian disampaikan oleh Ignatius Cahyo Ketua Ikatan Generasi Muda Kristiani (IGMK) saat mengomentari kejadian teror bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Informasi terakhir yang diterima pukul 08.30, menyebutkan lokasi ledakan bom terjadi di 3 lokasi yang sebelumnya disebutkan dua lokasi ledakan bom. Pukul 07.30 bom meledak di Gereja Santa Maria. Bom kedua meledak di Gereja GKI Jalan Diponegoro, dan bom ketiga meledak di salah satu gereja di Jalan Arjono.

Ledakan terjadi saat ibadah belum dimulai jumlah korban meninggal dunia ada dua orang. “Satu orang merupakan pelaku, dan satu orang lagi dari jemaat”ungkap Ignatius.

Menurut Ignatius kejadian teror terhadap penyelenggaraan ibadah umat Kristiani ini tidak hanya baru kali ini terjadi,melainkan sudah sekian kali terjadi,ingat,bulan Februari 2018 terjadi teror di gereja ludwina sleman Yogya,saat itu semua mengutuk terorisme, dan berharap Negara dalam hal ini aparat keamanan dapat mencegah dan tidak terulang kembali terjadi nya teror dalam penyelenggaraan ibadah umat beriman di negeri ini.

“Kenyataannya hari ini ,terjadi insiden teror di Surabaya,ini menunjukkan Negara dalam hal ini aparat keamanan /kepolisian tidak dapat mencegah insiden teror, padahal ini amanah Sila I Pancasila dan Pasal 29 UUD1945,karena itu kami minta Kapolri mengundurkan diri karena tidak bisa menjamin keamanan maupun kenyamanan penyelenggaraan ibadah umat Kristiani di wilayah negeri ini,” pungkas Ignatius. (dito)

.

711 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!