Sen. Okt 15th, 2018

Dituding Terima Mahar, PKS Polisikan Andi Arief

Nasionalpos.com, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melaporkan ke polisi  Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Andi Arief terkait  cuitannya di twitter yang menyebut PKS menerima uang dari Sandiaga Uno terkait pencapresan.

“Pernyataan Andi Arief jelas fitnah keji. Ini tudingan tidak main-main yang memiliki konsekuensi hukum terhadap yang bersangkutan,” kata Ketua DPP PKS, Ledia Hanifa, dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Menurutnya, tudingan Andi Arief sangat serius karena menerima mahar politik dalam proses pencalonan presiden adalah tindakan pidana pemilu yang fatal.

Untuk itu, lanjut Ledia, PKS berencana membawa cuitan fitnah Arief ke ranah hukum.

Ledia menilai, Andi Arief sebagai petinggi partai politik yang sempat berkuasa di Indonesia tidak selayaknya sembarangan melempar fitnah kepada institusi secara terbuka. Namun begitu, tak ada klarifikasi resmi dari Demokrat.

“Saya melihat tidak ada klarifikasi resmi dari partainya sehingga kami menyimpulkan ini juga merupakan sikap institusi partai tempat Andi Arief bernaung,” katanya.

Sebelumnya, dalam akun Twitter-nya, Andi Arief menulis Partai Demokrat sudah tidak cocok dengan koalisi yang ada. Sebab, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam menentukan calon wakil presiden (cawapres) dengan menunjuk orang yang mampu membayar PKS dan PAN.

Tak hanya itu, Andi Arief bahkan menyebut Prabowo sebagai ‘Jenderal Kardus’.

“Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus,” cuit Andi Arief.

Saat dikonfirmasi wartawan,  Andi Arief menegaskan bahwa cuitannya itu benar dan sesuai fakta.  Dirinya tak pernah membuat isu selama dia berkarier politik.  “Saya Andi Arief tidak pernah membuat isu dalam karier politik saya,” tegas Andi Arief.

Bahkan, Andi Arief juga menyatakan apa yang dia ungkap di akun media sosial Twitter miliknya merupakan unggahan yang ia kirimkan secara sadar. “Benar saya sadar dan bisa dicek dalam karier politik saya saya tidak pernah bohong dan data saya selalu akurat,” tegas Andi Arief. (cep)

939 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!