Sen. Nov 19th, 2018

Pelaku Usaha Lokal Keluhkan Produk China Banjiri Indonesia

Nasionalpos.com, Jakarta – Banyak pelaku usaha dalam negeri di sektor tekstil yang mengeluh karena di pasaran sudah banyak produk impor dari China yang harganya jauh lebih murah, sehingga menurunkan daya saing produk serupa yang berasal dari dalam negeri.

Hal itu dikatakan Ekonom Faisal Basri dalam sebuah diskusi mengenai wacana pengendalian impor 900 komoditas di Jakarta, Rabu (29/8/2018). Menurutnya, maraknya impor dari berbagai negara ke Indonesia utamanya disebabkan kebijakan yang dibuat oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.

“Sebelum dibatasi (produk impor), tertibkan dulu kelakuan Pak Enggar, yang tadinya ada rekomendasi, sekarang enggak ada rekomendasi. Akibatnya, (impornya) seperti air bah sekarang ,” tandas Faisal.

Dia mencontohkan,  dari periode Januari sampai Juli 2018, jumlah impor ban melonjak lebih dari 100 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Hal itu disebabkan kebijakan  Mendag yang memutuskan tidak perlu rekomendasi dari Kementerian Perindustrian lagi untuk impor ban.

“Maka datanglah ban-ban dari China yang murah dalam tanda petik tapi tidak bisa divulkanisir. Ini dulu tertibkan sebelum tertibkan yang lain. Tertibkan yang enggak benar. Kalau sekarang kan menertibkan yang benar, yang enggak benar dulu ditertibkan kalau saya,” jelasnya.

Contoh lainnya adalah industri tekstil. Dimana banyak pelaku usaha dalam negeri di sektor tekstil yang mengeluh karena di pasaran sudah banyak produk impor dari China yang harganya jauh lebih murah, sehingga menurunkan daya saing produk serupa yang berasal dari dalam negeri.

“Dulu juga Pak Enggar menunjuk perusahaannya Tommy Winata untuk lelang gula rafinasi, yang saya hitung-hitung dalam sekejap bisa dapat Rp 230 miliar. Tapi alhamdulillah dibatalkan,” ungkapnya. []

77 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!