Sen. Okt 15th, 2018

Syamsuddin Lologau di desak mundur oleh JPM

Nasionalpos.com,Jakarta — Syamsuddin saat menjabat sebagai Asisten Deputi Bidang Permukiman Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diduga menerima dana hasil korupsi proyek refungsionalisasi kali di Jakarta Barat.

“Sudah seharusnya Syamsuddin Lologau mengundurkan diri dari jabatannya, seperti yang dilakukan oleh Idrus Marham mundur sebagai Menteri Sosial ketika ia tersangkut kasus korupsi,” ujar Ivan Parapat kepada pers, Kamis, (4/10/2018).

Keterlibatan Syamsuddin dalam kasus korupsi ini juga harus menjadi perhatian serius Gubernur DKI Anies Baswedan agar mencopot jabatannya.

Santo, tersangka kasus korupsi refungsionalisasi kali di Jakarta Barat, menyampaikan pernyataan mengejutkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Ia secara meyakinkan mengatakan bahwa pejabat Asisten Deputi Bidang Pemukiman Provinsi DKI Jakarta Syamsuddin Lologau, sekarang Wali Kota Jakarta Utara menerima dana hasil korupsi proyek tersebut.

“Pernyataan Santo wajib ditindaklanjuti oleh hakim. Sehingga Syamsuddin harus mundur dari jabatannya,” kata Ivan menegaskan.

Pengakuan Santo itu, sambung Ivan terjadi ketika Hakim Ketua yang memimpin jalannya sidang, Fahzal Hendri menanyakan kebenaran adanya sejumlah dana hasil korupsi yang diberikan kepada Syamsudin.

Hakim mempertanyakan hal itu kepada Santo, Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Suku Dinas Tata Air Kota Administrasi Jakara Barat tahun 2013, pada Rabu (9/8/2017) silam, saat itu dengan tegas Santo membenarkan pernyataan Hakim Ketua.

“Bahkan di persidangan setahun silam itu, ia menyatakan bahwa Syamsuddin Lologau menerima dana sebesar Rp 50 juta,” pungkas Ivan. []

48 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!