Sel. Des 11th, 2018

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Jadi Tersangka KPK

Nasionalpos.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan (TK) ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap alokasi Dana Alokasi Khusus atau DAK, untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN tahun 2016.

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Wakil Ketua Umum DPP PAN itu sebagai tersangka karena diduga telah menerima suap sebesar Rp3,65 miliar dari Bupati nonaktif Kebumen, M. Yahya Fuad.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengungkapkan bahwa dalam transaksi suap kepada Taufik, pihak-pihak yang terlibat menggunakan kode dengan istilah “satu ton”. Kode tersebut merujuk pada nilai uang Rp1 miliar.

“Kode yang digunakan mengacu pada nilai Rp1 miliar adalah satu ton. Diduga TK menerima sekurang-kurangnya sebesar Rp3,65 Miliar,” jelas Basaria di kantor KPK, Jakarta, Selasa (30/10/ 2018).

Menurutnya, suap sebesar Rp3,65 miliar yang diterima Taufik itu, merupakan bagian dari fee sebesar lima persen dari total anggaran yang dialokasikan untuk Kabupaten Kebumen, yang direncanakan mendapat alokasi Rp100 miliar.

“MYF (M. Yahya Fuad) menyanggupi fee lima persen,” beber Basaria.

Dijelaskan Basaria, suap kepada Taufik diberikan secara bertahap. Pertemuan dan serah terima uang suap dilakukan di sejumlah hotel di Semarang dan Yogyakarta, dengan menggunakan connecting door ‘pintu terhubung’ antara kamar hotel.

“Rencana penyerahan ketiga gagal dilakukan, karena pihak terkait saat itu di-OTT (operasi tangkap tangan) KPK,” terang Basaria.

Untuk itu, Taufik Kurniawan dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Taufik telah dicegah bepergian ke luar negeri. KPK mengirimkan surat pencegahan itu kepada Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM pada Jumat (26 /10/2018) lalu.

Pada 3 September 2018, Taufik Kurniawan sempat diperiksa KPK terkait penyelidikan kasus Dana Alokasi Khusus (DAK).

Nama Taufik Kurniawan sempat muncul dalam sidang perkara korupsi yang menyeret Bupati nonaktif Kebumen, Yahya Fuad.

Dalam persidangan, Yahya  menyatakan Taufik terima uang sebesar Rp3,7 miliar untuk memuluskan  pengalokasian DAK untuk Kabupaten Kebumen yang bersumber dari APBN. Bahkan, Yahya jmengaku bertemu Taufik sebanyak dua kali, di Jakarta dan Semarang untuk membahas soal  alokasi DAK Kebumen.

Selain Taufik, penyidik KPK juga menetapkan Ketua DPRD Kebumen, Cipto Waluyo sebagai tersangka. Cipto diduga telah menerima hadiah sekurang-kurangnya Rp50 juta terkait pengedahan atau pembahasan APBD Kebumen periode 2015-2016, pengesahan pembahasan APBD-P Kebumen tahun 2015-2016 dan pokok pikiran DPRD Kebumen tahun 2015-2016.

Atas perbuatannya Cipto  dijerat  Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.  []

46 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!