Sel. Des 11th, 2018

Ulang Tahun Vihara Tri Ratna ke 34 di semarakkan dengan pagelaran Wayang kulit

Nasionalpos.com,Tanjungbalai —  Vihara Tri Ratna yang resmi berdiri pada 3 November 1984 di Tanjung Balai Sumatera Utara telah melakukan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan pembinaan mental spiritual bagi umat Buddha.

Pada ulang tahun yang ke 34 di semarakkan dengan pagelaran wayang kulit ( 3/11/2018 ) dan kegiatan sosial donor darah, pengobatan gratis,  serta aneka bazar ( 4/11/2018 ) di halaman Vihara. Semua kegiatan terbuka bagi setiap masyarakat tanpa terkecuali.

Kegiatan ini cukup mendapat apresiasi dari  masyarakat. Salah satu tokoh masyarakat Si Thien Hok memberikan apresiasi yang besar atas kegiatan dalam menyambut hari Ulang Tahun Tri Ratna yang ke 34.

“Kita memberikan apresiasi terhadap panitia Perayaan yang telah bekerja keras melakukan segala upaya positif dalam  mewujudkan tercapainya kegiatan yang cukup memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Vihara yang berfungsi sebagai tempat ibadah dan pengembangan moral, mental spiritual serta pembentukan karakter yang di dasari pada ajaran Buddha Dharma, dengan ini Panitia melakukan  pagelaran wayang kulit.

Sejak dahulu Kala, wayang merupakan Salah satu media hiburan yang paling efektif untuk nenyebarkan ajaran moral dan kepribadian bangsa Indonesia yang kuat ungkap Thien Hok.

Wayang merupakan Peninggalan kebudayaan bangsa yang hampir punah. Sungguh ironis, mengingat wayang merupakan Salah satu warisan keberagaman budaya Indonesia yang semestinya kita lestarikan dan menyimpan banyak filosofi misterius dan bermakna dalam.

Semar,  Gareng, Petruk dan bagong, nama mereka menyimpan makna yang dalam. Nama aktor  pewayangan berasal dari bahasa Sansekerta. Sebut saja Syimar ( Semar), Khairan  ( Gareng ), Fatruki ( Petruk), Bagho (
Bagong).

Jika nama tersebut di gabungkan akan menjadi “Syimar Khairun Fatruki Bagho”  yang dalam bahasa Indonesia  berarti “Sebarkan kebaikan, jauhi keburukan ” Ini sangat relevan dengan ajaran Sang Buddha.

Wayang mempunyai makna yang cukup dalam guna menyampaikan pesan pesan moral dalam pembinaan moral spiritual dan  karakter dalam membangun sebuah bangsa dengan nilai nilai keluhuran, kebajikan dan nilai nilai kemanusiaan.

Sebagai bangsa Indonesia dan  bahagian dari keturunan  Jawa,  saya ucapkan terimakasih pada panitia yang telah peduli pada seni dan  budaya warisan para leluhur tutur Thien Hok.

Sebagai umat manusia sudah semestinya kita nenyebarkan nilai nilai luhur kebajikan dalam kehidupan sehari hari dan menjauhi akar kejahatan yakni perbuatan iri dan dengki yang menjadi penyebab dari segala kejahatan.

Kita tanamkan nilai nilai luhur kebajikan untuk membangun persaudaraan, satu kesatuan bangsa yang kuat. Sebagai modal membangun bangsa yang bermartabat guna tercapainya masyarakat Indonesia yang Maju, Adil dan
Makmur” pungkas Thien Hok.[]

132 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!