Rab. Jan 16th, 2019

Aspri Menpora Diperiksa KPK

Nasionalpos.com, Jakarta – Asisten pribadi (Aspri) Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap dana hibah Kemenpora ke KONI Tahun Anggaran 2018.

“Iya, ini saya baru dapat update selain dua belas orang yang diperiksa tadi. Yang ditanya memang sudah datang satu lagi, inisial MU (Miftahul Ulum), dan sekarang masih diperiksa,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di KPK, Jakarta, Kamis dini hari (20/12/2018).

Sayangnya, Febri tidak merinci apa saja yang dikonfirmasi KPK terhadap Ulum berkaitan dengan kasus suap di Kemenpora atas dana hibah ke KONI. Yang pasti, KPK menelusuri kaitan langsung atau tak langsung dalam perkara suap bantuan Kemenpora ke KONI itu.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang mengungkapkan bahwa  merujuk penetapan tersangka gratifikasi terhadap tiga pejabat Kemenpora dan dua petinggi KONI. Maka, ada indikasi Menpora Imam Nachrowi ikut berperan.

“Saya belum bisa simpulkaan itu, tetapi indikasinya memang peranan yang bersangkutan (Menpora) signifikan ya,” jelas Saut.

Untuk itu, Saut menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tebang pilih. Bila buktinya cukup seiring penyidikan ini, KPK akan langsung menjerat Menpora, ataupun petinggi KONI yang lainnya.

“Kekuatan buktinya yang paling penting. Tapi yakinlah, sekarang kalau buktinya cukup karena istilah ‘dan kawan-kawan’ akan ke mana-mana,” terangnya.

Hingga saat ini, kata Saut, Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy juga sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ending Fuad disangka menyuap Deputi IV Kemenpora Mulyana.

Dengan begitu, sudah ada lima tersangka, yakni, Ending Fuad Hamidy,  Bendara Umum KONI, Jhonny E. Awuy.. Serta dua tersangka lainnya Adhi Purnomo, Pejabat Pembuat Komitmen di Kemenpora dan Eko Triyanto, Staf Kemenpora.

Menurut Saut, kelima tersangka itu terkait dengan penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI stau dana hibah Tahun 2018.

Dijelaskannya, dana hibah dari Kemenpora untuk KONI, sebesar Rp17,9 miliar. Awalnya, KONI mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebut.

“Diduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai akal-akalan dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya,” ungkap Saut.

Sebegai kesepakatan antar kedua pihak, disetujui fee 19,3 persen dari total dana hibah Rp17,9 miliar yakni Rp3,4 miliar. (dit)

202 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!