Rab. Jun 19th, 2019

Sidang Meikarta, Terungkap Peran Tjahjo Kumolo Sampai Pertemuan di Kediaman JAM Intel

Nasionalpos.com, Bandung – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo disebut ikut berperan dalam membantu ‘memuluskan’ perizinan proyek Meikarta.  Hal itu diungkapkan oleh  Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hasannah Yasin saat menjadi saksi di dalam persidangan kasus suap Meikarta di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Bandung, dengan terdakwa suap senilai Rp16,1 miliar mantan Direktur Operasional Lippo Group,Billy Sindoro.

Di hadapan majelis hakim, Neneng mengungkapkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi dengan  Tjahjo, saat dia berada di kantor Ditjen Otda untuk rapat dengan dengan Soni Soemarsono untuk membahas Peraturan Daerah (Perda) Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Kala itu, mendagri menghubungi Soni yang kemudian telepon diberikan kepadanya.

“Saat itu, saya dipanggil ke ruangan pak Dirjen Otonomi Daerah, Soemarsono. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menelepon ke pak Soemarsono, berbicara sebentar, kemudian telepon pak Soemarsono diberikan kepada saya,” ungkap Neneng di persidangan tersebut, Senin (14/1/2019).

Waktu itu, lanjut Neneng, mendagri meminta tolong, agar Neneng membantu perizinan proyek Meikarta. “Tjahjo Kumolo bilang ke saya, ‘tolong perizinan Meikarta dibantu’, kemudian saya sampaikan, ‘baik pak, yang penting sesuai dengan aturan yang berlaku’,” katanya.

“Saya sampaikan bahwa harus ada rekomendasi Gubernur Jabar, untuk perizinan Meikarta. Kemudian, pak Soemarsono menyampaikan ke saya bahwa Dirjen Otda akan memfasilitasi pertemuan Pemprov Jabar, Pemkab Bekasi, dan PT Mahkota Sentosa Utama selaku pengembang Meikarta,” imbuhnya.

Pertemuan di Rumah JAM Intelijen

Di persidangan itu pula,  Neneng menceritakan semua perihal awal dia berhubungan dengan Billy Sindoro hingga berurusan dengan proyek Meikarta sampai bisa  terjerat kasus suap senilai Rp16,1 miliar.

Menurutnya, pertamakali bertemu dengan Billy Sindoro di rumahnya saat dia baru saja melahirkan pada Januari 2018. Saat itu, Billy datang bersama bos Lippo Group, James Riady, untuk menjenguknya. Namun, tak ada pembicaraan tentang Meikarta.

Pertemuan kedua, lanjut Neneng, terjadi  di rumah dinas Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung, Jan S Maringka, pada Januari 2018. Namun pertemuan itu pun tak membahas tentang proyek Meikarta. “Hanya makan malam saja,” jelas Neneng.

Nanti di pertemuan ketiga, barulah mereka membahas soal proyek Meikarta.  Waktu itu, masih pada Januari 2018, Billy ditemani James Riady kembali bertamu ke rumahnya. Awalnya, mereka berbincang seputar keluarga dan kota Bekasi. Lalu ganti tema ke masalah proyek Meikarta.

“Awalnya bicara umum tentang Bekasi, bicara tentang keluarga, punya anak berapa, dan sebagainya. Lalu [Billy Sindoro] sempat memberikan gambar Meikarta,” beber Neneng. (den)

609 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!