Ming. Mei 26th, 2019

“MASSIFKAN PERAN KOMPONEN AGAMA, UNTUK CEGAH KECURANGAN PEMILU & PILPRES 2019”

Nasionalpos.Com,Jakarta — Pemilihan umum 2019 yang akan di gelar serentak di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik yang dilaksanakan di dalam dan di luar negeri di kejutkan dengan berita adanya dugaan tindak kecurangan pemilu di Selangor, Malaysia. meskipun kabar  tersebut masih di selidiki kebenarannya oleh  pihak berwajib di Malaysia, KPU RI, Bawaslu RI maupun berbagai komponen aparat hukum, namun demikian insiden tersebut dapat di indikasikan adanya suatu mengarah pada terjadinya  kemerosotan moralitas politik di kalangan peserta pemilu, yang di dorong oleh nafsu kekuasaan, sehingga tanpa di sadari, kondisi itu dapat memicu terjadinya konflik, di sinilah sesungguhnya komponen agama dapat berperan strategis untuk mencegahnya demikian di sampaikan H. Yusuf Aman anggota FKDM Provinsi DKI Jakarta, Jumat (12/4/2019).

“Komponen Agama sebagai pembentuk dan penegak moralitas Politik, sudah sepatutnya berkonstribusi untuk mencegah terjadinya rusaknya moralitas politik sehingga memicu terjadinya kecurangan di Pemilu, dan selanjutnya dapat memicu konflik, ini yang saya kuatirkan,”ujar H.Yusuf Aman.

Menurutnya, institusi agama, baik itu Islam, Kristen ,Hindu, Budha dan Konghucu, di dalam penyelenggaraan Pemilu maupun Pilpres 2019 memiliki peran strategis sebagai penegak, pengawal dan pengawas  moralitas politik baik itu di kalangan penyelenggara Pemilu ( KPU dan Bawaslu) maupun peserta pemilu ( caleg DPRD, DPR RI, DPD RI, Partai Politik dan pasangan Capres-Cawapres) dan juga di kalangan masyarakat sebagai calon konstituen ( pemilih), sehingga jika ada perilaku yang menyimpang dari moralitas politik, maka komponen agama ini ( Pimpinan Agama beserta jajarannya) bersama-sama mengingatkan dan juga bisa memberikan himbauan moral agar tidak melakukan tindakan kecurangan di dalam penyelenggaraan Pemilu legislative dan Pemilu Presiden-wakil Presiden 2019 ini.

“Kami mengusulkan kepada  para pemuka agama untuk bersama-sama menyampaikan himbauan ke umatnya maupun ke masyarakat, agar berkonstribusi dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pemilu maupun Pilpres 2019 ini dengan menjaga, mengawasi dan memantau Tempat Pemungutan Suara, agar tidak terjadi kecurangan, dan sekaligus membuat pernyataan mengenai sanksi moral terhadap siapapun yang melakukan kecurangan pemilu maupun Pilpres 2019, “ kata H.Yusuf Aman.

ia juga menambahkan, apabila institusi komponen agama terlibat dalam menjaga moralitas politik dalam penyelenggaraan Pemilu maupun pilpres 2019, maka hal ini berarti mereka sangat berkonstribusi strategis menyukseskan pemilu dan pilpres 2019 dan tentunya dapat berkonstribusi mengantisipasi terjadinya konflik yang dipicu oleh adanya kecurangan.

“Institusi Agama sebaiknya jangan di bawa ke politik dukung mendukung, tapi sebaiknya di bawa untuk menegakkan moralitas politik, cegah kecurangan dan cegah konflik, ya, perannya mendasarkan diri pada Amar Ma’ruf Nahi Munkar karna agama apapun pastinya hadir dengan membawa misi menegakkan kejujuran, keadilan perdamaian dan kesejukan dalam berbagai segi kehidupan, utamanya saat ini dalam penyelenggaraan Pilpres dan pemilu Legislatif 2019.”pungkas H.Yusuf Aman.

148 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share this product!